December 23, 2011
There was a piano
We use to play And spend the time
‘Til we found it was love
Hidding inside us Can not separate us
There’s a flame of love
Searching in the dark It’s there to guide us
But through the days beyond the haze
I can see you reaching out to hold me
Reff :
Still I’m sure we’ll love again
It’s a matter of time
I will belong to you, You belong to me
How can I convince you girl
That I’m stuck on you Can’t find another heart
I love you more each day (I love you more each day…)
Never though never cross my mind
You gave everything You ask me just holding on
If I could just walk away
To love again with somebody new
Too many memories
Release the passion inside And set them free
But through the days beyond the haze
I can see you reaching out to hold me
Back to Reff :
Dear,
You gave the song for me, asked me to listen to it, at the same time asked my hand to be hold.
i think the song is too much for us, as our relationship was already over.
and wholeheartedly, i accepted it. No, i think, I’m accepting it.
December 5, 2011
entah kenapa sejak liat trailer film ini rasa untuk nonton kuat banget. mungkin lebih ke penasaran kali ya mengingat serunya fil yg pertama dan juga serialnya. dan berakhirlah aku di Cinema 21 CL
antri beli tiket yang lancar jaya membuktikan film ini kalah minat di banding si film vampir pucat itu.
kalau aku disuruh menggambarkan film ini dalam 1 kata aku akan bilang complex. film ini complex bgt. rumit. dengan seabrek pemain watak yang sudah tidak perlu diragukan lagi di tambah detail2 adegan membuat film ini berasa seperti gado2. berbagai macam rasa yang balance. ada banyak adegan romantis, lucu, segar, dan sedih. *sok jd tukang kritik film aja*
i’m not going to be a spoiler
you can watch the movie by yourself and tell me what do you think. hehehehe.
aku cuma berpendapat bahwa pada dasarnya cinta itu selalu indah, tp cinta juga bukan bayangan abstrak. ketika semua hal di dunia ini berubah, ada banyak bentuk cinta yang tak pernah berubah. persahabatan, what people call true love, keluarga, dan terutama TUHAN (dengan nama apapun DIA disebut).
film ini juga mengingatkanku pada seorang sahabat yang sedang melanjutkan petualangan hidupnya bersama sang suami di negeri antah berantah
, mengingatkan aku pada seorang teman di tempat aku bekerja sekarang, mengingatkan aku pada teman2 yang memilih jalan yang berbeda, dan orang2 lain disekitarku. Guys, thank you to make my life so colorful
December 16, 2010
pernah datang ke bedah buku? buku apa saja dan dimana saja. saya sendiri hanya beberapa kali menghadiri acara bedah buku. kebanyakan karena tidak sengaja dan sekedar ikut-ikutan. jarang sekali saya benar-benar niat untuk mengahdiri acara semacam ini. bagi saya diskusi buku di forum2 tidak resmi lebih menyenangkan dari pada acara bedah buku yang terkesan promosi banget.
bekerja di penerbitan membuat saya harus melirik acara-acara semacam ini. belajar dari acara2 seperti bedah buku ini. kenapa? karena bagaimanapun kita harus belajar dari promosi. kita harus belajar dari cara orang mempromosikan sesuatu, metodenya, caranya, dan tentu saja hasilnya. dan itu yang mau tidak mau harus saya pelajari dari cara marketing ini.
menghadiri beberapa bedah buku, saya menyadari satu hal yang sangat menentukan apakah nantinya orang akan berminat membeli atau tidak. satu hal itu adalah cara penulis menjual bukunya dengan cara berkomunikasi dengan orang2 yang hadir di acara tersebut.well, selain performance yang menarik tentunya.
setiap orang pasti memiliki cara yang berbeda untuk berkomunikasi. dalam konteks ini berarti bicara. setiap orang punya cara masing-masing untuk bicara. tapi ketika kita menjual sesuatu terutama karya kita, berkomunikasi dan berhati-hati adalah dua hal yang sangat berarti. berkomunikasi dengan hadirin secara hati-hati. ucapkanlah apa yang harus Anda katakan, promosikan karya Anda, tetapi dengan runtutan yang terstruktur. berbicaralah dengan pronunciation yang jelas. bicaralah dengan jeda. dan bacalah orang yang hadir. pilihlah kata dan kalimat yang memiliki tekanan dan mengejutkan. kemudian biarkan hadirin berpikir. biarkan kalimat yang Anda katakan meresap. selain itu bicara dengan tepat dan jelas memberi Anda waktu untuk berpikir apa yang akan Anda ucapkan selanjutnya. berbicara cepat seperti mercon rentengan hanya akan membuat orang2 yang hadir yang nota bene adalah calon pembeli buku Anda menjadi lelah dan lost focus. selain itu kemungkinan Anda kelepasan ngomong yang berakibat membocorkan strategi marketing Anda yang justru bisa membuat orang il-feel.
well, ini sekedar sharing sebagai orang yang pernah menjadi hadirin orang yang menjadi calon pembeli dan pembaca buku. bagaimanapun saya bukan seorang lulusan komunikasi, saya juga bukan ahli marketing. mereka percaya mereka pasti lebih tahu tentang hal ini. tapi semoga ini menjadi pembelajaran bagi siapa saja. well, terutama bagi saya tentunya :p
November 6, 2010
yup, ini keluhan lain dari tempat yang sama :p dan mungkin basi. tapi menyimpannya dalam otakku hanya akan menumpuk kemarahan and i dont like it
seringkali kita mempertanyakan profesionalitas orang lain. bagaiku, seringkali aku mempertanyakan profesionalitasku sendiri. benarkah aku sudah cukup profesional? benarkah aku sudah cukup obyektif melihat dan mengerjakan pekerjaanku? seringkali aku menjawab iya. tapi sering juga aku harus mengakui pada diriku sendiri bahwa aku tidak seobyektif dan seprofesional itu dalam bekerja. dan apa yang terjadi sebagai efect dari ketidakprofesionalanku? aku menyakiti orang lain. terutama aku menyakiti dia secara profesional. aku gak tau apakah ungkapan itu ada. tapi profesionally aku merugikan dia. ketika aku menjadi tidak obyektif, maka aku akan melihat karya dia dan dan hasil kerja dia dengan sangat subyektif. dan aku tahu itu tidak adil.
lalu bagaimana bila aku yang berada di posisi "korban"? well, I’ll tell you. it hurts. sangat menyakitkan ketika ketidak adilan itu menimpa kita. and we all know that. dan memaafkan adalah tindakan yang juga sama sulitnya dari menyembuhkan rasa sakit itu. but i do heal my self. faster than i thought before. tapi kalau aku boleh berpesan ini pada orang itu, aku ingin bilang : mas, ada banyak orang yang menjadika pekerjaan mereka untuk memuliakan Tuhan. bbekerja untuk dunia dan bekerja di ladangNya. atau mungkin aku bisa bilang itu dakwah mereka. dan aku harus mengakui bahwa itu pula yang kadang aku lakukan. tapi ketika pekerjaan menjadi tmpatnya, kurasa profesionalisme dan obyektivitas berada diatas segalanya. aku minta maaf jika aku berprsangka, tapi situasi yang kamu ciptakan membuatku berpikir seperti itu.
October 15, 2010
gak kerasa komunitas ini dah lima tahun. dan gak kerasa juga dah 4 tahun aku join komunitas ini. berawal dari nyasar saat search artikel dr om gugel hingga nyasar di blognya loenpia[dot]net. ketemu pertama kali sama mereka saaat bubar di rumah mbak Asri. kemudian meailku kebanjiran email dr milis ini krn waktu itu aku masih pakai yahoo. sampai kemudian teman2 bilang untuk pakai gmail. beberapa kali ikut kopdar. beberapa kali ikut acaranya komunitas. dan lebih sering jadi pasive readernya milis.
ada banyak hal. ada teman2 yang datang dan pergi. ada yang seru, ada yang lucu, banyak yang nggambus. but thats the way of this community. membahas banyak hal. membahas banyak kisah. mengadakan banyak kegiatan. dari yang berbau tekno sampai yang berbau sosial. ada yang kecewa, ada yang sedih, ada yang pamit, tapi banyak yang tinggal.
this community….. komunitas dengan banyak kedok
kedok2 yang tidak bisa disebutkan satu2. tapi disini ada sebuah keluarga besar yang semoga akan selalu saling menjaga satu sama lain.
dimanapun, kamu akan tetap menjadi bagian yang akan selalu kurindukan dan bagian yang selalu menjadi bagian dari hidupku