November 20, 2009

Indah pada waktunya

yup, kali ini aku meminjam judul lagunya si mas penyanyi jebolan idol yang lumayan ganteng itu. meskipun ga segitu ganteng jg sih

pernah kan kita berpikir kenapa sesuatu gak datang pada saat kita menginginkannya datang. mungkin kita mikir kayak gt dari kecil. dari yang namanya mainan, sampai saat kita sudah se dewasa ini gak mau nyebut diri tua soale kita masih sering berpikir seperti itu.tapi Tuhan kok sabar ya ma kita hehehehehe untung kamu bukan Tuhan   

kadang kita menginginkan sesuatu ketika semua orang punya. kayak waktu kita smp dan semua orang di sekolah kayaknya pada punya pacar semua. dan kita pengen punya pacar. dan kita menemukan orang yang benar2 di hati saat sudah lulus dari smp atau bahakan dah lulus sma. menurut kita mungkin itu terlambat, tapi menurut DIA gak. DIA nyiapin pengalaman pertama sebagai partner dengan cara yang indah buat kita dan kenyataanya memang indah emoticon(curcolmodeon)

dulu pengen banget punya motor buat ke kampus n kerja. dan aku bt kenapa ibuku tercinta itu gak mau beliin. dan ketika sekarang aku punya, aku ngerti kenapa DIA baru kasih sekarang (maksudnya rezeki buat beli motornya). mungkin DIA liat aku dah cukup mampu bertanggung jawab atas motor itu. berkendara dengan lebih bijak, lebih aman, merawatnya dengan lebih bener.emoticon

dan sekarang ketika aku melihat dia mempersiapkan pernikahanya, dan bahkan ikut terlibat di dalamnya, sekali lagi aku melihat sample keindahan itu dr luar lingkaranku. bagi banyak orang dia terlambat. bahakan bagi banyak orang partnernya sangat terlambat. tapi aku melihat, DIA memberi saat yang tepat buat mereka. pemikiran yang matang, kesiapan, pengalaman diskusi or arguing yang luar biasa, dan kemampuan penerimaan yang hebat.

for her i just want to say:

"i dont mind to get stress with you for your moment, cause i learn many thing from the stressing time. you are great, your partner is great, and somehow i know, your wedding will be great also. and the life after the day will be a great life also for both of you (and for your kids emoticon)"

October 28, 2009

there’s a heart over there

saved in sombody’s mind

and i’m here

waiting behind my door

for the sound of knocking 

September 4, 2009

Keberuntungan yang aku benci

ok, sorry this is another hatred. go on if you want or leave this post

jd ceritanya aku lagi hectic dengan skripsi beberapa bulan belakangan krn hars ngejar lulus dan wisuda. sebulan ini di sibukkan jg dengan persiapan ujian (sekarang dah ujian sih) dan kisah ini tentang seseorang. seseorang yg sebenarnya unimportant to discuss, tp kok rasanya tetap gondok kalo gak numpahin cerita tentang dia di blogku tercinta yg jarang di update ini.

yg mau diomongin:

cowok, slengean, sorry to underestimate him, but for our subject, i know ecxactly that he’s not clevere than me. kenapa aku bilang seperti itu? karena aku mengenal dia dengan cukup baik, analisa yg shalow untuk topic semenarik miliknya dan teori dan aplikasi yg sama sekali gak nyambung di lembar2 final projectnya. awal minggu kemarin dy nyusul aku ujian final project. mau tahu berapa menit dy didalam ruang dosen penguji? not more than 10 minutes, with no revise plus aproval yang sudah ditandangani. dan aku speechless. F*CK!!!! HOW COME HE CAN BE THAT LUCKY?!?!?!

iya, aku tahu orang sering bilang "wong pinter kalah karo wong bejo" (orang pandai kalah dengan orang yang beruntung) tp ketika kita melihat kebelakang, melihat segala doa, dan kerja keras yang sudah tercurah, dan hanya terkalahkan oleh lucky yang lebih besar - meskipun itu dari seorang teman - rasanya tetap menyakitkan. dan lebih menyakitkan ketika kita jg g bisa bilang apa2. 

aku tahu, dengan segala kerja keras, fokus, dan doa tentunya, HE will give me some other advantages. the experiences  will give me more and more. but still. its painfull.

July 22, 2009

Pacar seperti apa yang kamu mau?

Filed under: interest

yup, ini obrolan gak penting antara dua anak manusia (ya iya lah anak manusia, masa anak monyet)

jadi gini, ceritanya suatu malam aku lg kesetrum film gak jelas di tv berwarna jadul punya ibuku. trus ada temen adekku n adeknya dtg nyariin bapakku *kok gak nyambung ya?mbuh lah* ngobrol kesana ke sini akhirnya aku iseng

"cariin pacar B"

"hah??gak salah mbak? kok minta cariin ma aku?"

"ya gak salah, kl salah dicoret" jawabku, " beneran nih, cariin pacar buat aku"

"hmm, lha pacar kayak apa mbak maunya?"

toeng, aku bingung. iya juga ya, aku g penrah tau pacar seperti apa yang aku mau. orang seperti apa yang sebenernya aku inginkan untuk berjalan disampingku. aku baru nyadar kl selama ini aku hanya membiarkan semuanya berjalan apa adanya. jadian ya jadian, jalan ya jalan, berantem ya berantem, dia pengen pergi ya pergi aja tanpa aku berusaha mempertahankan dy *kok bahasane sinetron bgt ya?* dan sekarang aku di tanya pacara seperti apa yang aku mau. garuk2 kepala thok aku.

"mbak kok diem, trus kayaknya bingung gt"  

"he eh, aku bingung. pacar kayak apa ya yg aku mau? mbuh lah, batal minta tolongnya. ntar aja kalo aku dah tahu orang kayak apa yang aku mau:P"

dan si B itu pun ikutan bingung

:P 

May 19, 2009

Ibadah itu untuk siapa?

ini yang sering ingin aku tanyakan pada mereka yang selalu merasa lebih bijak dan merasa lebih tau dan lebih taat menjalani ibadah mereka. ini yang selalu ingin aku tanyakan pada orang2 yang disanjung atas ketaatannya. ini yang ingin aku tanyakan pada para pembuat film2 religi gak jelas n realiti show religi yang sama g jelasnya.

sebenernya kita itu beribadah untuk siapa????

seseorang pernah bertanya padaku, "Sy, kamu pernah puasa g?" 

dan dengan santai aku jawab "gak" 

"masa sih? puasa paskah, or puasa senin kamis juga g pernah?" tanyanya lg. aku menggeleng. 

"emang kenapa?" tanyaku nyantai

"kan kalau puasa katanya keinginan kita cepet terkabul" jawabnya. aku tersenyum mendengar jawaban itu dan memutuskan untuk meninggalkan dia dengan bilang

"Tuhan tahu apa yang aku inginkan dan Tuhan tahu dengan lebih baik dari siapapun juga seberapa layak aku mendapatkan itu"

sejujurnya aku ingin melanjutkan diskusi itu lebih jauh. aku ingin bertanya sebenernya kita puasa itu untuk siapa? kita ke gereja, berdoa, berpantang, dll itu untuk siapa? seharusnya untuk Tuhan kan??? bukan untuk keinginan kita kan??? aku kok jadi merasa sepertinya kita menukar apa yang kita inginkan dengan ibadah kita. terasa seperti transaksi bisnis dengan Tuhan bagiku.

atau mungkin hanya aku yang punya pikiran seperti ini?