April 29, 2006

UNTUK SESEORANG DARI DUNIA MAYA

siang di halaman bumi
terbakar panas maha dasyat milik Apolo
berlindungku dalam kesejukan cipta manusia
berjalan dalam mayanya dunia

ruang demi ruang terjelajahi
dalam sepinya hari yang mulai menangis
saat hujan tak mau juga mengalah
untuk membiarkan Surya mengumbar sinar

kutemukan dia disana
dalam ruang yang (sungguh) tak terduga
tanpa suara dan rupa
hanya maya……………………………

dan hari hari lewat begitu saja
dengan sedikit waktu dan kisah tentangnya
dengan banyak canda, tawa, senyum dan cerita
namun masih tanpa suara dan rupa

April 28, 2006

Bagai Arjuna

Filed under: Uncategorized


bagai Arjuna dia berkelana
menapaki sang dunia nyata dan maya
menjejakki raga dan jiwa

bagai arjuna dia hadir
memberi nuansa kehangatan maha nyaman
pada malam malam penuh rindu

bagai arjuna pula dia mengungkap fakta
bahwa aku bukanlah yang pertama
dan takkan pernah bisa jadi yang terutama

April 26, 2006

My Nights for Noe

Dearest Noe,

the night just like others
when we stared each other in this place
when we smiled together in our meeting point

the night just like others
when we felt the cold which always miss
when i hold my body in your jacket

Here i am, Noe
sitting in my room
stare on my computer
read a little part of you that left

Here i am, Noe
remembering you
missing you
giving my nights for you
my ‘open book’ brother :-P

Pagi Untuk Kekasihku

perlahan kubuka sepasang mataku
seiring tetangkapnya kicau burung nan merdu
pada telinga yang semalam dimanja rayu

beralih pandangku dari bingkai jendela yang tertutup kasa
pada sosok tubuh yang mendekapku pada raga
memeluk tubuh yang telah lama terjaga

kutelususri raut wajahnya
aliran tampan dalam guratan yang maha maya
terpejam dalam nikmatnya pesona

ah……..
kubelai juga helai helai hitam nan indah itu
kuraba juga guratan guratan dewasa itu
kukenali kembali seolah tak kankembali

dan dia menggeliat dalam pelukku
terjaga bukan dalam hangat mentari namun hangatku
dan senyum itu mengembang dalam rayu
saat dua pasang mitraliur bertemu
“selamat pagi kekasihku”

April 25, 2006

Puisi untuk Noe sekian jejak yang lalu

Matahari dan bintang

Matahari adalah pusat
Dimana kau menggantungkan harap
Dan menitipkan mimpi
Dan ketika matahari itu tertutup jelaga
Ada kekosongan pada benak dan jiwa

Tapi langit tak akan pernah sunyi
Akan selalu ada bintang ynag menemani
Tempat dimana kau menitipkan angan
Dan sedikit hati
Disetiap malam yang berarti

Tlah kau jaga mataharimu
Meski dia putuskan untuk berlalu
Jaga bintang kecilmu
Yang memutuskan untuk tinggal disitu
untukmu