siang di halaman bumi
terbakar panas maha dasyat milik Apolo
berlindungku dalam kesejukan cipta manusia
berjalan dalam mayanya dunia
ruang demi ruang terjelajahi
dalam sepinya hari yang mulai menangis
saat hujan tak mau juga mengalah
untuk membiarkan Surya mengumbar sinar
kutemukan dia disana
dalam ruang yang (sungguh) tak terduga
tanpa suara dan rupa
hanya maya……………………………
dan hari hari lewat begitu saja
dengan sedikit waktu dan kisah tentangnya
dengan banyak canda, tawa, senyum dan cerita
namun masih tanpa suara dan rupa




hehhehe I ain’t superstitious loh neng.. i’m alive and kickin’
Comment by Ebet — April 29, 2006 @ 9:43 am
wah…..kok puitis banget…tapi kok bhs indonesia toh?
Comment by sinshei agy — May 11, 2006 @ 6:41 am
hmm….. temenku yg satu ini…emg jagonya bikin puisi….. thanks ya si…..
Comment by TRL — May 12, 2006 @ 5:09 am
busyet dah!!!
ngeri abis……..
Comment by fian — June 18, 2006 @ 12:51 pm