June 21, 2006
may i baby?
come into your day
and feel what you feel in bay
may i baby?
come into your live
get involved in your night drive
may i baby?
let you lay on my bed
feel ur smoth head
may i baby?
ask you fill my heart
and order to make no hurt
may i baby?
may i?
what a sweet revenge baby
that i feel in the depth of lonely
that fill up my mind enclosely
welcome to my sweet revenge honey
lets enjoy it with me
lets keep it in our memory
dont you know it is my sweetest revenge honey
that i feel of my existence of your soul and body
and make you cant go anywhere really
just feel it baby
the existence of my shadow in your mind surely
cause i’ll never let you go that badly
June 17, 2006
seperti kemarin
kulangkahkan kaki dalam beningnya bayu
yang semilir diantara untaian embun
setelah terbangun dari hjatan jutaan mimpi nan melelahkan
seperti kemarin
aku mengayunkan langkah pada bumi
yang begitu sunyi diantara desisan kebahagian surya
diantara tatapan tatapan cela dan curiga
sepert kemarin
kurencanakan segudang kesibukkan
seperti seeorang yang tak punya waktu untuk bersenang senang
tanpa mereka tahu itulah caraku
seperti kemarin
kujalankan hidupku dalam diam
tanpa bicara dengan mereka
dengan seedikit senyum yang mungkin meracuni luka
tapi tidak seperti kemarin
saat kutemui orang dan hal hal yang sama
namun mendapatkan sesuatu yang berbeda
dan aku tersenyum karena mereka tak tahu tentangnya
June 12, 2006
siapa bilang belajar itu sesuatu yang menyebalkan? siapa yang bilang kl membuat siswa menjadi aktiv itu sesuatu yang sulit? siapa bilang belajar itu harus selalu dilakukan dalam ruang kelas yang membosankan? pertanyaan2 semacam itu terjawab ketika saya mengikuti sebuah training untuk sosialisasi metode edutanment untuk sekolah dasar. training ini sebenarnya untuk guru, tapi saya sudah terlanjur membayangkan kalau anak2 yang melakukakan semua yang ada di situ pasti bakal heboh dan lucu banget.:P
metode ini sebenarnya sudah saya dengar sejak lama. kalau tidak salah sudah sekitar setahun yang lalu ketika ada usaha untuk melakukan penanganan pasca trauma untuk korban tsunami di NAD. dan memang benar seperti yang di sampaikan oleh ketua Yayasan Peduli Anak Sekolah sekaligus penemu metode ini Ir. Muji Santosa, teamnya lah yang menangani penanganan pasca trauma tersebut.(ada dokumentasinya). metode ini juga saya lihat sebenarnya pembaruan dari metode yang sudah ada.seperti menggunakan gambar atau bangun berwarna untuk mengajar matematika dan bahasa indonesia, menggunakan scrable untuk belajar bahasa inggris, menggunakan peta untuk belajar IPS, dll. hanya saja metode ini (harus diakui) lebih atractive karena tidak hanya di sajikan dengan warna warna yang atractive tetapi juga disajikan dengan game yang inovativ, kreative, dan yang paling penting seru.
tujuan dari metode ini sebenarnya jelas, singkat, dan simple. intinya adalah bagaimana memprovokasi anak supaya menjadi lebih kreative, lebih bersemangat, dan menikmati saat saat mereka belajar di sekolah. inilah yang kadang kadang tidak ada pada para guru terutama (maaf) para guru yang sudah mendekati masa pensiun atau para guru yang berasal dari daerah pinggiran kota. dengan game game yang disajikan secara berkelompok ataupun individu anak tidak hanya di dorong untuk berpikir tapi juga di dorong untuk bersosialisasi dan bekerja sama. bahkan akan memungkinkan untuk mendorong anak anak yang pada dasarnya pemalu untuk lebih aktiv di kelas.
saat pertama kali memperhatikan metode ini berikut alat peraganya, hal pertama yang saya pikir akan menjadi halangan adalah harga alat peraga yang mahal. tapi setelah dipikir pikir lagi sebenarnya harga bukan masalah yang utama. yang penting dari pelaksanaan metode ini adalah kemauan dari guru itu sendiri untuk berkreasi. selain untuk mendorong kreativitas siswa, hitung hitung bisa juga dipakai untuk mengasah kreativitas dan meningkatkan mutu pribadi. memang contoh alat peraga yang dipakai terkesan mahal, tapi bila guru mau sedikit bersusah payah, bisa saja menggunakan benda benda yang lebih sederhana untuk membuat alat peraga. misalnya menggunakan kertas asturo yang berwarna untuk mengajarkan bangun ruang, pecahan, atau materi lain. bisa juga menggunakan guntungan gambar dari majalah untuk mengajarkan anak membuat kalimat kalimat sederhana, menggunakan potongan potongan huruf untuk memperkenalkan alphabet, dll.
halangan lain juga sempat tercetus dari salah seorang guru dari SD Al - Azhar 25 Semarang. menurut beliau alat alat peraga ini kan kecil kecil dan yang namanya anak anak pasti akan ada saja yang hilang, rusak, dsbnya. saya kemudian berpikir, hal hal yang beliau sebutkan mungkin sekali terjadi, tapi bukankah ini juga bisa disiasati. ketika kita memasrahkan alat peraga ini kepada anak untuk di pakai, kita mengajarkan pada anak untuk bertanggung jawab atas alat peraga. itu akan membuat anak merasa penting dan dibutuhkan. berdasarkan pengalaman pribadi biasanya anak senang bila dirinya merasa penting 
mungkin beberapa guru berpikir untuk apa sih repot repot dengan kegiatan semacam ini. tapi bagi saya ketika kita memutuskan untuk menekuni sebuah profesi, adalah tanggung jawab kita untuk menjalani profesi itu dengan total dan memberikan hal yang terbaik. memberdayakan diri sendiri dan meningkatkan mutu diri adalah sedikit cara dari sekian banyak cara yang lain.
June 8, 2006
when i walked trough my path
i met a girl in front of me on another path
sometimes she walked really slow
but at another time she walked so fast so i couldn’t reach her
sometimes i saw some men in to her path
they were come in and out one by one
fill some parts of her path
i saw her smile when they were smiled
i saw her cry when they were cried
i saw her felt guilty of their sadness
but i also saw her perfect anger and hatred
sometimes in the midle of her way she stopped
she returned for me when i need her
she walked beside me when i need a friend
even then she go back to her own
she is my sist
she is my guarduian sist
love you