September 29, 2006

Aku Masih di Sini kok

suatu hari dalam sebuah persimpangan takdir
yang membuat kita bertemu sekali lagi
kamu memaku pandang pada bayanganku
tersenyum sesaat dalam arti yang aku tidak tahu
dan sebuah tanya terlontar dari sepasang mitraliur itu
” kamu kemana saja? aku kangen.”
dan aku tersenyum
hanya tersenyum mendengar tanya yang serasa tak masuk akal
dan sebuah tanya lain meluncur juga
“kenapa tersenyum?”
dan aku memaku pandang padanya
pada mata yang pernah merekam bayanganku
pada bibir yang pernah bertaut padaku
pada wajah yang pernah terekam di otakku
pada suara yang pernah berkisah banyak hal padaku
dan sekali lagi aku tersenyum
tapi kali ini aku menjawabnya dengan ringan
seringan bunga angin yang terbang
“aku masih di sini kok.
aku selalu di sini”
sementara dalam hati aku meneruskan kalimat yang melintas sambil berlalu
“seandainya saja saat itu kamu mau sejenak berhenti
dan berbalik sekali lagi
kamu akan menemukan aku di sini”
dan senyum yang makin melebar terasa di sepasang bibirku
sembari aku berlalu

September 26, 2006

Kangen

week end yang bertepatan dengan awal puasa membuatnya jadi long week end. rencana sih pengen jalan liat malam terakhir dug der an setelah siang harinya kejebak macet di jalan pemuda. tapi akhirnya batal karena yang janji jemput tiba tiba harus nganter ortunya cari bunga untuk ke makam. akhirnya malem itu aku habisin buat nonton tv, vcd, nge-game, dll dengan kompie kesayanganku. tapi gak tau kenapa tiba tiba setelah bosan dan capek dengan semuanya, aku jadi kangen ma dia. kangen banget hingga aku merelakan pulsa untuk sms dia. kangen banget mpe rasanya pengen nangis (emang deh cewe kl dah gak bisa apa2 bawaannya pengen nangis aja) mungkin aku memang lagi melow and pengen di manjain aja. tapi beneran aku kangen banget ma dia. pengen banget ketemu ma dia dan teriak keras2 di kupingnya
“WOIIIIIIIIIIIIIIIIIII AKU KANGEN MA KAMUUUUUUUUUU”

September 18, 2006

Sebuah Pengenalan Pada Pribadi

pernahkah kamu mengenal seseorang berdasarkan cerita dari orang lain? sering ya pastinya. entah itu dari temen, sodara, ortu, boss, dosen, colega, dll. penilaian itu entah bagaimna berpengaruh terhadap bagaimana orang memandang kita, bagaimana dia mengenal kita. syukur syukur kalo referensinya bagus, tapi gimana kl jelek dan cenderung merugikan? trus kita mesti gimana?
jujur aja sih aku bukan tipe orang yang peduli ma referensi orang lain. seperti juga aku gak peduli omongan orang lain tentang teman2 or keluarga aku. referensi itu cuma sebagai masukkan dan pengaruhnya paling 1 dari 100%. bagiku, terserah apa kata orang, yang penting aku mengenalmu dan itu sudah cukup. dan tentunya aku lebih suka diperlakukan seperti itu juga. aku bukan tipe orang yang mau susah payah mengubah image yang sudah keburu nyantol di otak orang lain. kalu kamu menilaiku dengan nilai “C” ya udah, aku gak akan mau repot repot mengubahnya biar jadi “A”. sekali lagi bagiku itu gak penting.
thanx sih buat orang orang yang mau mengenal aku dan menilai aku krn dia memang tahu bagaimana aku. tapi buat orang orang lain yang lebih mengandalkan referensi, sorry guys, you are not that important for come to my live.

September 13, 2006

antara Doa, Ibadah, Hidup, dan DIA

kadang terlintas tanya dari otakku yang tak seberapa ini pada banyak orang, banyak ungkapan, banyak pendapat, dan banyak hal yang lainnya. kadang aku menyempatkan diri mengajukan banyak tanya dalam doa, diantara rasa terima kasih, permohonan, dan harapan, tapi apakah DIA mendengar? diantara keraguan tentang banyak hal hanya satu yang selalu aku yakini, bahwa DIA akan selalu terjaga dan membuka pintu ketika kita mengetuknya, selemah apapun ketukan itu, sejauh apapun jarak pintu itu dengan pembaringanNYA.
harus kuakui bahwa dalam banyak hal aku hanyalah gadis biasa. memandang segalanya dari kacamata minusku yang semakin tebal saja. dan aku juga beribadah seperti orang biasa. well, bukan dengan cara terbaik seperti yang seharusnya, tapi setidaknya kulakukan segalanya dalam keikhlasan dan cinta. dan apakah DIA melihatku melakukan ibadahku? sementara kehidupanku berjalan begitu berantakkan. tetapkah DIA mencintaiku diantara kilauan dosa nan indah yang nyaris tak pernah kusesali?
dan entah bagaimana DIA melakukannya, tapi aku percaya, dan selalu akan percaya bahwa DIA tetap akan ada disana, menungguku kembali, menyapaku dengan suaraNYA yang lembut, membelaiku dengan asupanNYA yang halus, dan melakukan segalanya untuk membuatku merasa dicintai. aku tahu DIA mencintaiku, karena DIA masih menegurku, mengingatkan arah jalanku, dan selalu menuntunku, tapi tak pernah benar benar menghukumku. teguran dan peringatan kan bukan hukuman. DIA juga masih selalu memberikan sedikit keajaiban dalam hal hal terkecil yang terjadi yang membuatku berucap TERIMA KASIH dengan spontan. karena DIA tahu hanya dengan cara itu aku mensyukuri banyak hal dalam hidupku yang terjadi karenaNYA.

catatan untuk orang2 yang selalu ada untuk berbagi

terkadang disaat jenuhku
sering aku menyapamu
mengajakmu larut dalam cara rechargeku

kadang dalam sedihku
sering aku menarikmu
terlarut dalam aliran airmataku

kadang dalam bahagiaku
sering aku membawamu
sekedar berbagi kisah dan senyumku

tapi kadang aku hanya ingin duduk bersamamu
berbagi kisah yang gak jelas
berbagi cerita yang aneh aneh

kadang aku hanya ingin duduk disampingmu
menyandarkan kepala di bahumu
atau membiarkanmu bersandar di bahuku

aku tahu
disela sela kesibukan hari harimu
kamu terganggu :p
dan aku berterima kasih
untuk segala perhatianmu

NB:
untuk seseorang diluar sana
kadang aku hanya ingin meletakkan kepala di pangkuanmu
dan terlelap dalam belaian jemarimu
aku rindu…………………….