suatu hari dalam sebuah persimpangan takdir
yang membuat kita bertemu sekali lagi
kamu memaku pandang pada bayanganku
tersenyum sesaat dalam arti yang aku tidak tahu
dan sebuah tanya terlontar dari sepasang mitraliur itu
” kamu kemana saja? aku kangen.”
dan aku tersenyum
hanya tersenyum mendengar tanya yang serasa tak masuk akal
dan sebuah tanya lain meluncur juga
“kenapa tersenyum?”
dan aku memaku pandang padanya
pada mata yang pernah merekam bayanganku
pada bibir yang pernah bertaut padaku
pada wajah yang pernah terekam di otakku
pada suara yang pernah berkisah banyak hal padaku
dan sekali lagi aku tersenyum
tapi kali ini aku menjawabnya dengan ringan
seringan bunga angin yang terbang
“aku masih di sini kok.
aku selalu di sini”
sementara dalam hati aku meneruskan kalimat yang melintas sambil berlalu
“seandainya saja saat itu kamu mau sejenak berhenti
dan berbalik sekali lagi
kamu akan menemukan aku di sini”
dan senyum yang makin melebar terasa di sepasang bibirku
sembari aku berlalu
September 29, 2006
Aku Masih di Sini kok
2 Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://saint33.blogsome.com/2006/09/29/aku-masih-di-sini-kok/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>




aku suka kata-kata “sebuah persimpangan takdir” oke banget tuh bahasanya.
Comment by sofianblue — September 30, 2006 @ 4:30 pm
Ketika pagi menerawang langit, aku menoleh pada ufuk itu dan menyapa dia… bila kembara harus berulang, akan kubawa dia ke penghujung hitungan terakhir masa berjuang…
Dinda peneduh hati, berteduh-lah di dangau persimpangan itu, nantikan setiap pengembara yang tersesat di sana, dan pastikan… aku satu di antara kelana hati…
Comment by someone — October 1, 2006 @ 7:11 pm