
I play my fingers on the surface of the water
feel the atmosphere of the past that left
bring my dream to an ecxotic story
a story that take a stupid question to me
when i imagine you inside the castle
will you keep choose me
will i still to be the chosen one
between hundreds beautiful ladies
around you
Tamansari, March 30th 2007
untuk semua yang orang jawa, terutama jawa tengah dan beragama muslim pasti tidak asing dengan istilah sekaten dan grebeg baik dari jogja ataupun solo. tapi untuk yang lain mungkin ada yang belum tahu juga, nah beberapa hari yang lalu, saya dan beberapa teman dari loenpia.net di pandu beberapa teman dari cahandong.org menyempatkan diri meliput acara grebeg tersebut. berikut liputanya ceritanya
sekaten adalah sebuah pasar rakyat yang diadakan setahun sekali selama sebuan menjelang hari raya Maulud Nabi Muhamad. selama sebulan itu alun2 kota jogja (alun alun utara kalau tdk salah) dipenuhi beraneka ragam makanan yang di jual dan permainan layaknya pasar malam besar. puncak dari acara ini adalah diadakannya grebeg tepat pada hari Maulud Nabi Muhamad.
prosesi menuju grebeg itu sendiri tidak tiba tiba saja ada. selama satu minggu penuh sebelum acara grebeg diadakanlah pengajian di masjid agung atau lebih dikenal oleh masyarakat jogja dengan sebutan Masjid Gedhe. sebagai penanda adanya pengajian tersebut, diadakanlah semacam ritual untuk mengeluarkan dua gamelan keraton ke Masjid. kedua gamelan tersebut beranama Kanjeng Kyai Nagawilaga dan Kanjeng Kyai Guntur Madu. kedua perangkat gamelan ini di bunyikan dari dalam Kagungan Dalem Pagongan Masjid Agung Yogyakarta selama tujuh hari berturut turut kecuali hari kamis malam sampai jumat siang. kebiasaan menabuh gamelan inipun sebenarnya tidak bermaksud menimbulkan kesan mistis (meskipun memang tercipta aura mistisnya) tapi lebih kepada penarik perhatian masyarakat untuk menuju Masjid karena orang jawa dahulu suka berkumpul di tempat dimana ada suara gamelan. biasanya masyarakat mendengarkan alunan gamelan yang lambat ini sambil mengunyah sirih, makan nasi gurih, dan telur merah sebagai tanda syukur kepada Yang Maha Esa. maka tidak heran kalau di sekitar Masjid banyak orang berjualan nasi gurih dan sirih yang di bentuk kerucut berhisa bunga kantil. semalam menjelang acara grebeg, kedua gamelan ini "dijemput" untuk dikembalikan ke keraton.
esoknya masyarakat kembali berkumpul untuk di halaman masjid untuk mendapatkan seserahan gunungan dari keraton. acara ini lah yang di sebut grebeg. grebeg itu sendiri pada dasarnya merupakan sedekah dari Ngarsa Dalem Sampean Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan. prosesi ini sendiri dimulai dengan upacara grebeg di keraton jogjakarta dan arak2an dua gunungan ke Masjid di iringi sepuluh kelompok prajurit elite keraton. begitu sampai di masjid, kedua gunungan yang di sebut gunungan jaler dan gunungan estri ini di letakkan di halaman depan Masjid dan dipanjatkan doa untuk mengucapkan syukur dan memohon berkah dari yang Maha Kuasa. setelah doa selesai dipanjatkan, diadakanlah upacara seserahan gunungan kepada pemimpin Masjid, KRT. Suryodiponingrat. usai acara seserahan tersebut, masyarakat mulai merayah atau memperebutkan apapun yang ada dalam kedua gunungan tersebut. barang siapa yang mendapatkan bagian dari gunungan dipercaya akan mendapatkan berkah. konon dahulu bagian dari gunungan itu dibagikan kepada rakyat, namun karena kondisi sekarang yang tidak memungkinkan, maka pembagian itu menjadi rayahan.
jumat (29/3) utusan dari Loenpia.net yang terdiri dari sesy, nia, mas yogie, mas fian, mas cordiaz, mas budi dan mas pepenk berangkat ke jogja dengan mobil pinjaman dari mas Adi. dari rencana yang tadinya berangkat jam 5 jadi molor gara2 seseorang yang datang terlambat dan akhirnya di tunggu di kantornya mas fian. gara2 satu orang telat ini juga akhirnya kita makan malam di warung sop buntut di ungaran (t4nya di depan BRI ungaran) akhirnya sampai di jogja jam 11 malam dan kita disambut oleh anak2 dari Cahandong.org. rame dan heboh bo’ secara dua komunitas blogger jadi satu. ketemunya ya apa lagi kl bukan narcis is in the air.
kami (toekang lonpia) dan para andongers kumpul di warung yang namanya Mak Zam sebentar. oleh para andongers kami di suguhi sirih pasar (tau deh namanya apa tuh) dikarenakan tengkleng nya mak zam sudah habis (ada yang tau gak tengkleng tuh apa?). akhirnya (mungkin karena anak2 andong pada kasian liatin anak lonepia yang baru datang muntah2 gara2 sirih dan bunga kantil) kita semua beranajak ke angkringan (kl di semarang nasi kucing) mbak cantik (yang jual memang cantik sih he he he) setelah sebelumnya menyempatkan diri ke hotel Dhirgahayu (banyak banyak teriamakasih untuk yang mepunya hotel karena penginapan dah teh gratisnya)
paginya setelah sukses ngobrol dan tidur dan mandi tentunya, kita ber 9 ditambah traju dan ari, berangkat ke grebeg jogja di masjid agung jogja (di masjidnya sih di tulis Masjid Gedhe). disini kami berpencar. aku, mbak Uney, mas Zam, dan mas Fian sukses masuk masuk halaman masjid dgn sedikit bantuan. setelah acara grebeg selesai dan istirahat sebentar, kami melanjutkan perjalanan menuju Soto pak Marto dan menikmati soto yang lumayan.
perhentian berikutnya adalah WATER CASTLE (sengaja di capslock soalnya dah lama banget pengen ke sini). kami mulai seelah menyempatkan shalat di masjid Soko Tunggal di kompleks taman sari.
setelah dari water castle karena capek akhirnya batal deh acara ke pantainya so kami menikmati esbuah yang enak banget di Mandala Krida. yummy deh (disini sesy dapat gratisan es lho, matur nuwun nggih bu) lumayan jauh sih dari taman sari tapi esbuahnya enaaaaaakkkk!!!!!!!!!!!
dari sini berhubung sudah sore dan ada rencana untuk ke Malioboro buat cari oleh2, anak2 loenpia balik check in ke wisma cakra kembang di Jl. Kaliurang. setelah bersih2 dan istirahat sebentar, kami mutusin buat dinner dulu sebelum ke malioboro dan dipilihlah pondok cabe sebagai tempat makan. dan finally, karena hujan acara ke malioboropun batal juga deh
esok pagi sebelum pulang loenpia nyempetin buat ketemu lg ma cahandong di acara sunday morning UGM dan cari oleh oleh bareng. setelah mampir bentar ke rumah mas pepenk di kaliurang (kalau gak salah ya mas?) loenpia mengucapkan "see you jogja, we’ll be back someday"
NB: buat yang mau liat fotonya silahkan ke blognya Adi