bahkan malam ini pun sudah berujung
saat akhirnya kuputus kenangan itu
kenangan indah tentang kamu
dan bagiku tentang kita
kulelapkan rasaku dalam jutaan sunyi
dan kurebahkan dalam peraduan mimpi
kutata hatiku dalam gelas - gelas ketenangan
hingga saat terbuka sepasang mata ini
yang tampaik adalah sekuntum mawar di ujung pagi




Ketika kusadari bahwa hari mejelang pagi, kuletakkan mawar indah itu hanya untukmu… sekali lagi hanya untukmu, setelahnya, aku menyusuri jalanan ini meniti hari yang masih tersisa. Semoga mawarnya beri cerita sepanjang kenangan kita hingga ke penghujung masa…
Comment by someone — June 11, 2007 @ 8:57 pm
Behh…
Mantap puisinya euy…!
Ada yg bales tuh di comment #1. Suit suiiit…
Salam kenal Sesy
Comment by arief — June 17, 2007 @ 4:09 pm
iya po, hehehhe e
Comment by budi — August 10, 2007 @ 9:37 pm