Semalam hujan lumyan deres sukses mengguyur Semarang dan sambil memandang langit (hayah sok puitis ) aku mencoba untuk berdoa agar hujan sedikit mereda, sesaat sepertinya doa itu terkabul dan (yakin deh) aku sempet bilang Thanx God karena hujan berhenti. tp tiba2 jam 3 pagi terbangun gara2 hujan yg gede banget berantem ma atap kamarku yang ada di lantai dua. sampai mau berangkat ngajar (maklum guru WB) hujan masih turun juga dengan enakanya, jadilah aku pakai sandal jepit buat ngajar. dan hasilnya
SDnya banjiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiirrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr…………………..
awalnya berusaha untuk masuk ke gedung SD lewat TK yang kebetulan daratanya lebih tinggi, tapi karena kelas temapat aku ngajar di tengah tengah, jadilah akhirnya tetep harus nyebur ke air dengan suksesnya
. murid2ku sendiri gak lebih dari 20 anak yang masuk sampai akhirnya aku harus ngajar 2 kelas bersamaan di satu ruangan krn kelas yg sebelah genangan airnya lebih dalam. kebayang gak sih ngajar bhs inggris plus matematika barengan????
mungkin bener kata mas didut di sini orang2 di kota tempat saya tinggal dan mengumpulkan uang ini tidak bisa lagi mencegah bencana tapi beradaptasi dengan bencana. apa yang dilakukan oleh hampir semua orang di kota ini hanya menunda masalah yang sudah ada (itu kata bapak ini). tapi itu bukan alasan untuk menyerah pada bencana, bagaimanapun selalu ada cara untuk menjadikan bumi lebih ramah pada kita.
semoga…………..




semoga ga ada kerugian yg parah banget, ses
Comment by Hedi — January 4, 2008 @ 4:54 pm