posting ini gr2 salah satu milis yg aku ikutin. jd gini, salah satu member milis itu posting subject discussion untuk bahas hubungan om2 ma cewe2 abg. dan ada beberapa tanggapan hingga salah satunya menanggapi bahwa para om2 macarin abg krn sedang puber, sementara yg lain, berpendapat pr cewe itu seneng di perlakukan like a lady an they fond it in that who actualy have a wife. tapi banyak alasan lain yang sebenarnya hrs disikapi dari diskusi yang gak ringan ini.
yang pertama: perempuan dimanapun dia berada, seperti apapun dia, bagaimanapun dia, dan apapun latar belakang sosialnya, adalah makhluk yang butuh untuk diakui keperempuannya. butuh di perlakukan layaknya seorang perempuan oleh lawan jenisnya. tapi masalahnya gak semua pria bisa memahami dan mengerti hal ini. kalo gak percaya coba tanya deh berapa banyak pria yang bisa mengerti seorang perempuan. satu orang perempuan saja. g perlu banyak2. meskipun banyak pria yang mulai mencoba untuk memahami dan memasuki dunia atau bagian perempuan, tp tetap mereka tidak bisa mengerti. dan jujur saja umumnya pria beristri atau pernah beristri lebih tau cara memeperlakukan perempuan dr pd yg belum pernah bersitri. kenapa? jelas yg pertama krn mereka lebih berpengalaman. mereka belajar dr pengalaman. mereka berproses dengan perempuan2 di sekitar mereka. hubungan yang intens dengan istri juga merupakan proses yang membuat mereka mengenal perempuan lebih baik drpd pria single.
yang kedua: mungkin ada yang pernah dengar bahwa perempuan itu lebih cepat dewasa dari pada pria baik secara fisik (biologis) ataupun mental. itu membuat perempuan cenderung mencari partner yang lebih tua krn umumnya pria yang lebih tua jg lebih dewasa. dan terutama di negara sepoerti Indonesia gak gampang cari cowo close to 30 - 35 yang cukup dewasa dalam berpikir, enak di ajak share, mapan, n single.
yang ketiga: pencarian figur ayah. sadar atau tidak, dengan ortu yang sibuk, seorang anak membutuhkan figur orang tua. kebutuhan akan figur org tua ini sebenarnya sama saja kok dari jaman bahuela mpe sekarang. tp pemenuhan kebutuhan yang berkurang. si anak secara otomatis akan mencari figur ortu itu di dalam diri org lain. dan bukan rahasia lagi kalo anak perempuan itu lebih dekat dengan ayah. pencarian figur ayah inilah yang kemudian membuatnya lebih mudah berhubungan dengan pria yang jauh lebih tua dari usianya.
yang keempat dan terakhir (setahu saya): have fun. yg namanya om2 itu kebanyakan secara finansial sudah mapan, dan perempuan manapun suka pria mapan. come on, jujur aja deh soal satu ini
dan pria mapan lebih enak diajak have fun, mereka lebih royal, dan kalau mau sama2 mencoba s*x, they might be better and saver than single pa lagi di banding ma cowo sebaya. (yg terakhir ini mengandalkan logika banget). lgan kl g save bisa ketahuan bini dong.
kenapa saya nekat posting ini?
kalau boleh jujur, saya dekat dengan beberapa pria yang bisa dikategorikan om2 or bahkan kakek2. dari mulai temen kerja, temen chat, dosen, tmn kampus, or yang sekedar kenalan aja. dan kenapa saya bisa dekat dengan mereka? karena mereka memahami saya, krn saya bisa ngobrol tentang apapun dg mereka, mulai dari urusan kampus, kuliah, temen, sahabat, pacar, mempertahankan hubungan, mengakhirinya, pilihan2 hidup, dll. mereka jg dengan santai bisa ngomong tentang anak mereka, istri mereka, lucunya cucu mereka, dll. dan percaya ato gak, there is no s*x between us.



