June 30, 2008
mungkin kamu pernah ingat
saat saat kita membangung pertemanan ini dari awal
dari sebuah angka nol sekian tahun yang lalu
dari sebuah sapaan sambil lalu
hingga kisah kisah yang mengalir diantara waktu
dari olokan2 sederhana
hingga prasangka orang orang sekitar kita
dari sebuah pertemuan
hingga sebuah perpisahan yang sama sekali tdk menjadi bagian sedih kita
dan diantara segala aktivitas itu
masih selalu ada waktu untukmu
masih selalu ada telinga untuk mendengar kisah mu
tapi saat ini
ketika waktu itu sudah begitu menipis untuk mendengar kisahmu
atau sekedar membalas pesan pesan yang terkirim di ponselku
ada rasa bersalah menanggung di hatiku
aku minta maaf
percayalah
tak sedikitpun terlintas untuk meninggalkanmu di sana
special for Noe
with all of my heart
in the name of our friendship
June 6, 2008
kemarin akhirnya nekat nonton film dengan judul May sendirian. enaknya nonton film premiere adalah biasane yg nonton dikit jd gak perlu ngantri. dan ternyata bener. begitu masuk gedung yg nonton akhirnya cm 7 orang termasuk diriku. hehehe………………..
film ini berkisah tentang seorang perempuan yang harus berpisah dari orang2 yang dicintainya karena kerusuhan mei 1998.
Film ini bercerita tentang May gadis peranakan tiongha yang berpacaran dengan seorang pemuda bernama Antares. May punya kehidupan normal yang bahagia hingga suatu ketika tertanggal 13 Mei 1998 dy mencoba casting di sebuah PH ketika kerusuhan semakin meluas. May yang mencoba untuk kembali ke rumahnya mencoba untuk menghubungi Ares yang sedang sibuk mengejar mimpinya dengan mewawancarai seseorang yang cukup berpengaruh untuk masa depannya hingga 10 thn yang akan datang. tapi lelaki yang ditunggunya tak juga datang. mencoba kembali ke rumahnya sendirian May di culik dan diperkosa oleh sekelompok orang dan berakhir di sebuah selokan kota. ditemukan oleh seorang pria bule bernama Raymond yang kemuadian membawanya ke Malaysia. di negeri orangpun, May hrs menerima kenyataan lain bahwa dirinya hamil dan melahirka seorang anak laki2 yang oleh penolongnya di beri nama Tristan. waktu berlalu dan May yang tak sanggup menghadapi Tristan sebagai bagian dari masalalunya pergi begitu saja hingga kemudian menjadi penyanyi di sebuah Bar.
di Bar itulah May diketemukan oleh seorang produser film dokumenter yang ternyata atasan Ares. dari dia pulalah Ares kembali melacak mantan kekasihnya. melihat May, Ares dijangkiti rasa bersalah. film kemudian dilanjutkan dengan bgmana ares berusaha menyakinkan May bahwa perempuan itu masih sangat berarti baginya. sementara itu May sendiri berusaha mengatasi masalalunya dengan mencoba menerima Tristan yang kemudian membuatnya belajar untk lebih terbuka, dan belajar untuk memaafkan masa lalunya. May akhirnya memutuskan untuk hidup dengan Tristan namun mengabaikan keberadaan Ares hingga suatu malam dia menemukan kemiripan antara Tristan dan Ares yang membuatnya yakin bahwa Tristan adalah anak Ares dan bukan bagian dari traumanya.
di sisi lain di kisahkan pula tentang Gandang yang bertemu dengan Mama May di sebuak kedai kopi di Malaysia. melihat Mama May yang seperti orang linglung membuat rasa bersalah di hati Gandang bangkit tiba2. alur cerita berbalik ketika kerusuhan itu terjadi dan Mama May beserta keluarganya harus mengungsi. mereka menjual apa saja asal bisa keluar dari Indonesia. dan satu satunya benda berharga milik perempuan itu adalah sebuah sertifikat rumah yang kemudian kepada Gandang. Gandangpun menjual rumah tersebut dan menggunakan uangnya untuk membeli rumah, membuka usaha, membiayai kelahiran anaknya, dan hampir saja berumroh. dengan segala usaha Gandang mencoba untuk mengembalikan rumah itu pada Mama May. namun Gandangpun dibuat tak berdaya ketika dia menyadari yang dicari oleh perempuan itu bukan rumahnya tapi sang anak perempuan satu-satunya. pada akhirnya Mama May sendiri menerima traumanya dan healing dengan menganggap anaknya mati. sementara Gandang belajar untuk memaafkan masalalalunya sendiri.
Film ini berakhir manis dengan kembalinya May beserta Ares dan Tristan ke Indonesia dan tinggal bersama Mamanya.
Moral of the story:
Film ini mengajarkan bahwa trauma memenjarakan hidup manusia, tapi bagaimanapun ketakutan harus di badapi dan hidup harus terus berjalan.
Sturadara: Viva Westi
Cast:
- Jenny Chang
- Yama Carlos
- Jajang C. Noer
- Lukman Sardi
- Niniek L. Karim
- Tutie Kirana
- Ria Irawan
- Tio Pakusadewo
June 4, 2008
sepanjang hidupmu di negeri tercinta ini
pernahkah sedetik saja tersirat di benakmu
rasa takut untuk melanjutkan hidupmu di negara yang lebih terkenal Bali-nya dari pada Indonesia-nya?
rasa tak nyaman atas apa yang terjadi di sekitarmu di negara yang mungkin kamu cintai ini?
rasa tidak rela jika suatu saat anak2mu atau orang2 yang kamu sayangi menghadapi situasi yang lebih buruk dari apa yang kamu hadapi sekarang?
karena menjadi orang Indonesia tak lagi mampu dilindungi oleh negaranya
pernahlah dalam satu fragmen hidupmu kamu bertanya
suatu saat ketika aku harus berbicara tentang negara ini apa yang mau aku bicarakan?
tentang Pancasila dengan segala sila2nya?
sementara orang mengatasnamakan TUHAN untuk mengambil hak hidup orang lain
sementara orang menginjak orang lain tanpa rasa kemanusiaan
sementara setiap orang sibuk dengan kepentingannya sendiri2 hingga tega memecah kelompok2 masyarakat yang ada
sementara hak untuk bicara kadang tebungkam atas nama kepentingan politis
sementara kata adil hanya hiasan
ataukah tentang KEBHINEKA-an?
padahal keberagaman itu dihiasi dengan darah
atau haruskah budaya?
padahal budaya itu sendiri sudah mendekati kematiannya
budaya2 itu berusaha direnggut negara lain dan pemerintahnya hanya diam
atau mungkin tentang ribuan pulau yang sedikit demi sedikit masuk ke wilayah negara lain?
pernahkah kamu merasakan perasaan seperti ini?
aku pernah
dan masih…….