mengunjungi jogja di musim liburan jujur saja bukan sesuatu yang meyenangkan mengingat aku bukan tipe orang yg suka liat keramaian. dan jogja saat peak season seperti sekarang2 ini bisa menjadi lautan manusia, terutama di sekitar malioboro. bayangkan saja ketikaanak sekolah terutama sd dan para guru mereka ngadain study tour yang lebih banyak tournya drpd studynya bertemu anak2 smp n sma yg liburan bareng temen se geng, plus anak kuliahan yg dah mulai libur, bercampur dengan para bule yang entah dr mana saja datangnya menikamati summer holiday mareka. tp kali ini entah knp aku suka melihat jogja dengan berbagai macam orang di dalamnya. melihat betapa indahnya ketika orang2 dengan berbagai latar belakang tumplek jadi 1 tanpa harus saling menyinggung. tanpa hrs saling menyakiti.tanpa harus berprasangka bahwa mungkin satu pihak merusak pihak yang lain. melihat sebuah kenyataan indah bahwa masih ada tempat di negeri ini yang menawarkan ketenangan dalam keberagaman masyarakatnya. sepertinya Indonesia kita tercinta ini butuh lebih banyak tempat seperti itu.
July 14, 2008
Enjoying Diversity
5 Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://saint33.blogsome.com/2008/07/14/enjoying-diversity/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>




yang menjengkelkan adalah kapitalisme yang semakin menjengkelkan. semuanya dijual demi uang.
saya lebih suka ke pantai Sesy. menikmati debur ombak dan semilir angin. beuh seperti orchestra alam yang indah.
tak perlu jauh-jauh, Marina saja cukup. sembari menikmati bekal dari rumah.
Comment by sofianblue — July 14, 2008 @ 3:52 pm
lho Ses, itu ejaan difersity-nya sengaja salah ya?
Comment by Hedi — July 15, 2008 @ 4:50 pm
kirain nulis tentang film yang kita tonton di sana, Ses..heheheh
Comment by teresa — July 19, 2008 @ 12:01 pm
beruntunglah negara kita, bila banyak orang-orangnya melihat dari sudut pandang seperti kamu Ses.
Comment by paririan — July 23, 2008 @ 10:37 am
Saya cinta negeri ini dan budayanya sampai ke tulang sumsum. Dan jogja masuk ke dalam salah satu kota yang sangat saya cintai (saya 3 taun tinggal dan sekolah disana).
Semoga, akan tetap begitu selamanya, dan tidak akan tergerus globalisasi dan kapitalisme
Comment by poetra — July 24, 2008 @ 6:49 pm