September 24, 2008

dedicated for my beloved students
apa yang kulakukan adalah untuk kalian
bahkan ketika aku meluapkan amarah
itu untuk kalian
agar kalian menjadi lebih baik dan semakin baik
tak pernah pula amarah ini tanpa alasan
aku marah ketika kamu tak mengerjakan sedikitpun dari tugasmu
karena aku tak melihat kamu erusaha untuk masa depanmu sendiri
aku marah ketika kamu tak mau mendengarku
sementara apa yang aku katakan berguna untukmu
yang kamu tahu hanyalah
aku guru yang jahat
tapi dengarlah nak
aku akan merasa jauh lebih jahat
ketika kamu melakukan sesuatu
dan aku tak peduli
hingga akhirnya kamu menjadi lebih buruk
dan aku ikut andil didalamnya
September 22, 2008
bagaimana kalau seseorang yang ada di sampingmu bertanya
"tak bisakah kamu meninggalkan itu hingga kita menjadi sama?"
dan kemudian dia berkata
‘andai kita bisa sama, kisah kita pasti berbeda"
apa yang akan kau katakan padanya?
akankah kamu menjadi sama sepertinya?
September 11, 2008
malam begitu larut saat beberapa orang kantor salah satu harian kotaku baru saja masuk ke gedung berlantai lima, yang memang biasa beraktivitas nyaris 24 jam penuh, termasuk aku. beberapa sapaan orang orang yang kulewati atau orang orang yang melewatiku terbalas sekedarnya demi mengejar deadline berita yang baru saja kuliput. begitu sampai meja kuletakkan tasku diatasnya dan mulai membuka lappy kesayanganku sebelum sapaan lembut play boy kantor cap tokek mampir ke mejaku.
"gimana liputannya Met?" tanya Bram dengan senyumnya yang sialnya manis banget itu.
"menurutmu gimana?" tanyaku balik, "kamu kan lebih berpengalaman dari pada aku, pasti kamu lebih tahu rasanya liputan kasus pembunuhan." lanjutku sambil mengeluarkan tape recorderku dari sarangnya di bodypack hitamku.
"setiap pembunuhan itu tidak hanya berbicara tentang cara atau metode, Met. yang terpenting adalah, dia mengungkap motive atau latar belakang pelaku melakukan pembunuhan itu. tapi sebagai seorang wartawati, kamu juga tidak boleh terlibat dengan pelaku atau object liputanmu, itu akan mempengaruhi obyektivitasmu. kamu harus mempelajari ini mulai sekarang, mumpung kamu masih calon wartawati." petuahnya panjang lebar. kalimat terakhirnya menyadarkanku dengan posisiku.
next………
September 4, 2008
yup, siapa bilang air itu sumber daya alam yang murah? jujur saja, saya adalah salah satu dari sekian banyak orang Indonesia yang berpikir bahwa air itu murah. tapi apa benar demikian? coba pikirkan lagi. benar kah air memang sesuatu yang murah?
mari kita lihat lebih lanjut. secara teori air adalah sumber daya alam yang bisa di perbaharuiui mengingat adanya siklus abadi air. yang rasanya tidak perlu dijelaskan di blog ini. apa lagi kalau yang membaca sudah lulus SD. benar bahwa air akan selalu ada di permukaan bumi kita tercinta tempat kita hidup dah berkarya ini, tp apakah air itu bersih? jawabannya belum tentu dan itulah yang membuat air itu mahal.
do you think rain has clean water? sayangnya tidak. hujan yang ada saat ini bukan lagi hujan yang bersih. hujan yang yang ada saat ini adalah hujan yang sudah terkontaminasi berbagai racun kimia di udara yang disebabkan oleh tinkah tidak bertanggung jawab manusia itu sendiri.
itu baru air hujan. belum lagi dengan air tanah. sungai dan laut yang saat ini tidak hanya ikan dan hasil perairan saja tapi juga sampah dan berbagai macam limbah dari limbah rumah tangga sampai limbah industri besar. di beberapa daerah bahkan air saling mencema ri. kok bisa? di beberapa daerah sekitar pantai air tanah dari sumur artetis nyaris tak dapat lagi digunakan karena sudah tercemari air laut. air ini sudah tak dapat lagi di konsumsi baik untuk air minum atau hanya sekedar cuci piring.
jadi siapa bilang air itu murah? so, hemat air yuk!!!