hari ini aku mau curhat
bt banget ma sistem online kampusku yang tak kunjung beresdan terkadang berasa menyulitkan. stelah beberapawaktu yang lalu aku sadar kalau KRS selama satu semster gak bisa masuk data KHS gara2 telat registrasi yg bikin aku ngulang, hari ini aku mendapati ada satu mata kuliah yang ternyata gak bisa aku ikuti gara2 udah full. masalahnya kok ketahuannya gak dari kemarin2 sebelum pengisisan KRS di tutup. sampai hari terakhir pangisian KRS ditutup aku masih mengecek ulang mk yang mau aku ambil semester ini. dan KRSku sudah di validasi dosen waliku. harusnya mk yang udah disetujui kan bisa di ambil. kalau memang tidak bisa diambil, seharusnya sejak awal ada sistem untuk mereject mahasiswa yg mencoba masuk ke kelas tersebut. tp yg dilakukan oleh pihak kampus adalah membuka sistem antrian yang akhirnya menjadi sistem bejo po rak bejo. kl beruntung, kita bisa masuk ke kelas tersebut, tp kalau tidak yang langsung terhapus secara otomatis.
kadang aku merasa sistem konvensional kampus lebih sesuai kl akhirnya menjadi seperti ini. masalah ini gak cuma dialami oleh satu or dua mahasiswa, dan kalau di tanyakan ke puskomnya yang ada mereka malah marah2 gak karuan. *sigh*
susah kuliah di kampus seperti ini. dah bayar mahal masih diomelin kl nanya2 apa2.
aku gak tahu apa ini cuma terjadi di Indonesia, atau terjadi juga di negara lain. tp sepertinya di sini pendidikan murah itu cuma BIGSHIT apa lagi gratis ditambah lagi maunya berkualitas. mimpi kali yeeee……
kenapa sebagai orang yang menjalani pendidikan di negeri ini saya bilang begitu? let’s see
pemerintah mengatakan anggaran pendidikan akan menjadi 20% dalam APBN dan APBD. sampai sekarang anggaran ini belum terlaksana.
guru2 sekolah akan menjalani sertifikasi yang katanya untuk meningkatkan kualitas guru dan anak didik. tapi kok yo owel. ada banyak peraturan dan standar yang terus berubah hanya untuk sertifikasi saja.kalau standardnya saja gak jelas, gimana kualitas peserta didiknya mau jelas???
dari SD sampai SMP diberlakukan sekolah gratis dan pemerintah mengucurkan dana BOS dan BPP. sampai sekarang pengucuran dana ini selalu terlambat setiap periodenya sementara sekolah sudah kembang kempis kekurangan dana untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah yang tidak sedikit. belum lagi harus ada laporan terperinci tentang penggunaan anggaran tersebut. laporan itu sendiri memusingkan para guru yang merangkap sebagai administrasi karena format yang terus berubah dan hampir selalu salah. guru itu tugasnya kan mengajar, bukan pusing2 mengurusi administrasi dan pembukuan.
belum lagi ketika sekolah mencoba meminta iuran pada anak, entah untuk fotocopi materi atau soal2 latihan untuk anak, kalau sampai hal ini terdengar olah dinas pendidikan atasan, matilah kepala sekolah dan si guru. teguran keras langsung turun hingga ancaman pengotakan sampai pensiun dini.
ketika pemerintah menggembar gemborkan buku murah, setelah dilihat ternyata bukunya sama sekali tidak berkualitas. ketika ujian tau tes, jauh berbeda dari materi yang ada di buku karena meteri di buku yang tidak up to date . smentara kalau pihak sekolah atau guru menggunakan buku acuan lain, ada larangan dari dinas dan langsung terjadi pengecekan.
yang terbaru malah masalah UU BHP dimana lembaga pendidikan menjadi sebuah Badan Hukum yang pada akhirnya membuat lembaga pendidikan negeri dan swasta tidak ada bedanya. pemerintah sama sekali tidak berpikir, bahwa lembaga pendidikan negeri bisa bertahan hanya karena murah, sementara kualitasnya sama saja dengan swasta bahkan kadang2 jauh di bawah sekolah swasta. pada akhirnya kalau satu2nya aspek yang menjadi alasan kenapa orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah negeri hilang, sekolah swastalah yang akan bertahan. nantinya orang akan berkata "ngapain susah2 masuk arsitektur undip? udah susah masuknya, mahal pula. unika aja lebih bagus. di hitung2 biayanya sama saja." atau orang tua yang akan berkata "sama2 bayar mahal, mending anakku tak masukin sekolah swasta yang sudah jelas fasilitasnya"
seharusnya pemerintah lebih bijak ketika memikirkan dunia pendidikan negeri ini. jangan terus2an membodohi rakyat. Anda hidup dari uang rakyat, ingat itu!!!
NB: jadi mikir, kl orang2 seangkatan aku ntar punya anak, bisa nyekolahin anaknya mpe jenjang apa ya????


dan jika langitpun tersenyum
di tengah hujan yang tak usai beralih
maka kuharap senyum itu ada juga di wajahmu
meski kereta kita tak lagi serselisih
(inspired by the smilling sky n the pic from Huda)