ini yang sering ingin aku tanyakan pada mereka yang selalu merasa lebih bijak dan merasa lebih tau dan lebih taat menjalani ibadah mereka. ini yang selalu ingin aku tanyakan pada orang2 yang disanjung atas ketaatannya. ini yang ingin aku tanyakan pada para pembuat film2 religi gak jelas n realiti show religi yang sama g jelasnya.
sebenernya kita itu beribadah untuk siapa????
seseorang pernah bertanya padaku, "Sy, kamu pernah puasa g?"
dan dengan santai aku jawab "gak"
"masa sih? puasa paskah, or puasa senin kamis juga g pernah?" tanyanya lg. aku menggeleng.
"emang kenapa?" tanyaku nyantai
"kan kalau puasa katanya keinginan kita cepet terkabul" jawabnya. aku tersenyum mendengar jawaban itu dan memutuskan untuk meninggalkan dia dengan bilang
"Tuhan tahu apa yang aku inginkan dan Tuhan tahu dengan lebih baik dari siapapun juga seberapa layak aku mendapatkan itu"
sejujurnya aku ingin melanjutkan diskusi itu lebih jauh. aku ingin bertanya sebenernya kita puasa itu untuk siapa? kita ke gereja, berdoa, berpantang, dll itu untuk siapa? seharusnya untuk Tuhan kan??? bukan untuk keinginan kita kan??? aku kok jadi merasa sepertinya kita menukar apa yang kita inginkan dengan ibadah kita. terasa seperti transaksi bisnis dengan Tuhan bagiku.
atau mungkin hanya aku yang punya pikiran seperti ini?




Aku beribadah kalau sedang butuh saja hehehehe *Piss ahh
Comment by -Lie- — May 20, 2009 @ 8:31 am
apa sih yang dilakukan manusia bukan untuk dirinya sendiri? :p
berbuat baik pun sebenarnya dilakukan karena itu membuat kita merasa lebih baik kan? mungkin “beribadah”, apapun artinya dan bagaimanapun cara menjalankannya, mendatangkan rasa damai dan aman bagi orang yang menjalankannya.. mendatangkan rasa bahwa mereka punya ‘pendukung’ yang lebih besar dari kehidupan yang mereka jalani (aduh, susah ya menerjemahkan ‘greater than life’…)..jadi ya, pada akhirnya itu untuk diri sendiri juga…
ini opini pribadi lho yaaaa….
Comment by teresa — May 21, 2009 @ 7:00 am
ibadah itu perlu keikhlasan, dan beribadah dengan maksud untuk mengharapkan agar tujuan tercapai, apakah itu sebuah keikhlasan?
Semua itu ada pada diri kita. Pertanyannya apakah kita bisa membohongi diri kita sendiri? Yakini ia. Apa yang kita rasa.
sekedar pendapat
Comment by el_afiq — May 25, 2009 @ 11:29 pm
setahuku, beribadah itu memang untuk Tuhan. kalau kita meminta sesuatu dari Dia, itu dengan berdoa. memang sih Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. tapi ibaratkan kita sebenarnya tahu anak kita pengen mainan, kalau dia tidak minta, belum tentu kita belikan, kan?
Comment by latree — June 8, 2009 @ 10:47 am
Kalau tidak salah, dalam tahapan sufistik, ibadah itu murni implementasi penghambaan diri. Tidak untuk masuk surga, tidak pula untuk menjauhi neraka.
Aku? Tentu saja masih jauh dari tahap begitu..
Tapi aku tahu, aku beribadah untuk diri sendiri dulu, menutupi celah-celah kefanaan dan kehambaan yang penuh kegelisahan.
Atau setidaknya aku mencoba untuk begitu
Comment by poetra — June 20, 2009 @ 3:01 pm