there’s a heart over there
saved in sombody’s mind
and i’m here
waiting behind my door
for the sound of knocking
there’s a heart over there
saved in sombody’s mind
and i’m here
waiting behind my door
for the sound of knocking

ok, sorry this is another hatred. go on if you want or leave this post
jd ceritanya aku lagi hectic dengan skripsi beberapa bulan belakangan krn hars ngejar lulus dan wisuda. sebulan ini di sibukkan jg dengan persiapan ujian (sekarang dah ujian sih) dan kisah ini tentang seseorang. seseorang yg sebenarnya unimportant to discuss, tp kok rasanya tetap gondok kalo gak numpahin cerita tentang dia di blogku tercinta yg jarang di update ini.
yg mau diomongin:
cowok, slengean, sorry to underestimate him, but for our subject, i know ecxactly that he’s not clevere than me. kenapa aku bilang seperti itu? karena aku mengenal dia dengan cukup baik, analisa yg shalow untuk topic semenarik miliknya dan teori dan aplikasi yg sama sekali gak nyambung di lembar2 final projectnya. awal minggu kemarin dy nyusul aku ujian final project. mau tahu berapa menit dy didalam ruang dosen penguji? not more than 10 minutes, with no revise plus aproval yang sudah ditandangani. dan aku speechless. F*CK!!!! HOW COME HE CAN BE THAT LUCKY?!?!?!
iya, aku tahu orang sering bilang "wong pinter kalah karo wong bejo" (orang pandai kalah dengan orang yang beruntung) tp ketika kita melihat kebelakang, melihat segala doa, dan kerja keras yang sudah tercurah, dan hanya terkalahkan oleh lucky yang lebih besar - meskipun itu dari seorang teman - rasanya tetap menyakitkan. dan lebih menyakitkan ketika kita jg g bisa bilang apa2.
aku tahu, dengan segala kerja keras, fokus, dan doa tentunya, HE will give me some other advantages. the experiences will give me more and more. but still. its painfull.
dedicated to him
aku ingin kamu di sini
saat aku ingin ditemani
aku ingin kamu menenangkanku
saat aku merasa takut akan sesuatu
aku ingin kamu memelukku
saat aku mulai rindu
ah…… honey
ternyata cinta yang tak egois itu hanya teori
tak selalu bisa praktik hukum toleransi
karena (akhirnya) egoisme ini menguasai hati
hari ini aku mau curhat
bt banget ma sistem online kampusku yang tak kunjung beresdan terkadang berasa menyulitkan. stelah beberapawaktu yang lalu aku sadar kalau KRS selama satu semster gak bisa masuk data KHS gara2 telat registrasi yg bikin aku ngulang, hari ini aku mendapati ada satu mata kuliah yang ternyata gak bisa aku ikuti gara2 udah full. masalahnya kok ketahuannya gak dari kemarin2 sebelum pengisisan KRS di tutup. sampai hari terakhir pangisian KRS ditutup aku masih mengecek ulang mk yang mau aku ambil semester ini. dan KRSku sudah di validasi dosen waliku. harusnya mk yang udah disetujui kan bisa di ambil. kalau memang tidak bisa diambil, seharusnya sejak awal ada sistem untuk mereject mahasiswa yg mencoba masuk ke kelas tersebut. tp yg dilakukan oleh pihak kampus adalah membuka sistem antrian yang akhirnya menjadi sistem bejo po rak bejo. kl beruntung, kita bisa masuk ke kelas tersebut, tp kalau tidak yang langsung terhapus secara otomatis.
kadang aku merasa sistem konvensional kampus lebih sesuai kl akhirnya menjadi seperti ini. masalah ini gak cuma dialami oleh satu or dua mahasiswa, dan kalau di tanyakan ke puskomnya yang ada mereka malah marah2 gak karuan. *sigh*
susah kuliah di kampus seperti ini. dah bayar mahal masih diomelin kl nanya2 apa2.
dan jika langitpun tersenyum
di tengah hujan yang tak usai beralih
maka kuharap senyum itu ada juga di wajahmu
meski kereta kita tak lagi serselisih
(inspired by the smilling sky n the pic from Huda)